Selasa, 13 Maret 2018

Perjuangan seorang ayah

 


Perjuangan Seorang Ayah

Pernahkah terbayang ada seorang lelaki bernama Ayah yang sanggup membesarkan putri tunggalnya dari tangannya sendiri? Maha Besar ALLAH yang membuat segalanya jadi mungkin, cinta seorang Ayah yang sangat luar biasa mampu mengalahkan cinta cinta yang lain, yang ada dalam jiwanya adalah “bagaimana membesarkan titi...pan ALLAH, seorang bayi perempuan agar menjadi seorang perempuan solehah yang mencintai ALLAH“

Terbayangkah seorang Ayah yang memangku bayi mungil sambil memberi susu dari botol karena hidup ditangan seorang Ayah bisa dipastikan tidak ada ASI [air susu Ibu], menatap mata indah bola pingpong milik sang bayi adalah surga tersendiri bagi sang Ayah, tangisan sang putri menjadi dawai termerdu, mengganti popok yang penuh ompol dan kotoran si kecil menjadi tugas sehari hari Ayah diluar tugas mencari nafkah yang menjadi kewajibannya, bahkan menina bobokan, mengayun ayunkan sang putri dalam buaian hingga tertidur

Terbayangkah betapa berat namun indah hidup Ayah ketika menuntun sang putri belajar merangkak, berjalan hingga mampu berlari, bangun dan jatuh dipelukan Ayah, belajar naek sepeda, belajar berenang, belajar membaca dan menulis, belajar mengaji, belajar menghafal doa doa pendek, belajar memetik gitar, membacakan buku cerita agar sang putri tertidur lelap dan bermimpi indah, menyelimuti, dan tidur disofa disamping tempat tidur sang putri ketika sang putri panas tinggi saat sakit… mungkin tidak tidur karena harus mengaji disisi untuk sang putri ketika anak tunggalkan harus terbaring tak berdaya :)

Dan masih terbayang ketika hari pertama sang putri masuk sekolah, Ayah menggandeng tangannya, menuntun hingga gerbang sekolah sambil berbisik memberi kekuatan “hari ini nak, kamu mulai sekolah, disana nanti ada banyak Ibu yang bisa menjadi Ibu, Ayah tidak kemana mana, tidak meninggalkan, nanti begitu sekolah usai temui Ayah disini yah, dipagar sekolah ini” dan kecupan hangat dikening sang putri memberi kenyamanan tersendiri, memberi keberanian yang luar biasa … dan Ayah selalu ada diluar pagar menunggu hingga sang putri mampu dilepas untuk bisa datang dan pulang sendiri ke sekolah tanpa harus diantar lagi.

Iya itu semua terjadi dan berlalu dari tahun ke tahun, tak terbayangkan semua bisa dilalui Ayah hingga sang bayi perempuan kemudian beranjak remaja menjadi putri yang cantik dan Ayah selalu ada untuk mendengarkan celoteh sang putri, menyiapkan telinga untuk menjadi pendengar yang baik, menyiapkan kata kata yang manis untuk menasehati sang putri tanpa melukai hati putri tunggalnya, meski banyak sekali kesalahan diperbuat, bertukar cerita, bertukar canda, tertawa bersama ketika ada saja cerita lucu yang keluar bak meteor dari bibir mungil sang putri, menyiapkan bahu untuk menampung tangis sang putri ketika sang putri patah hati

Rasanya tak berlebihan doa sang putri, “Jika ada seorang hamba yang menjadi pilihan ALLAH untuk memasuki surga ALLAH setelah Rasul dan para sahabat, maka ia ingin hamba itu adalah Ayahnya”

Ada dialog yang mengharukan ketika sang putri menyandarkan kepala di bahu sang Ayah, dan ia menanyakan kepada Ayahnya ”berat ya Yah kepala saya bersandar disini?” dan Ayah menjawab “tidak ada yang berat buat Ayah selama Inong masih ada disini disamping Ayah setiap hari, akan lebih berat jika tak ada lagi putri Ayah“
Subhanallah …

Ayah ini memang lelaki yang luar biasa, tanpa Ayah sang putri tak akan menjadi seperti sekarang, tanpa Ayah perjalanan hidupnya sudah berakhir sekian tahun yang lalu, sedalam danaupun tinta tak akan mampu menuliskan semua yang telah Ayah lakukan, semoga saya mampu menjadi anak berbakti disisa napas saya dan Ayah, tidah mendurhakai Ayah lagi dan lagi :(
Iya hari ini sang putri berulang tahun …

Sekian dasawarna sudah berlalu, dan tapak kaki kecil bocah centil ini sanggup mengantar saya menuju dewasa dan tua, harapan saya semoga disisa napas yang dititipkan ALLAH ini saya mampu terus mencintai ALLAH dan menjadi berguna untuk manusia yang lain.. Amin ya Rabb




Arti dari seorang ibu

 


Arti Ibu Dimataku


  Bila ada pepatah surga di telapak kaki ibu, mungkin itu adalah gambaran yang paling mulia untuk setiap pengorbanan yang telah beliau lakukan terhadap anak- anaknya. Tak hanya sebagai sosok yang lembut, ibu adalah seorang pendamping yang kuat bagi ayah untuk selalu menyemangati dikala pekerjaan kantor atau usaha sedang pasang surut. Dimataku, ibu adalah segalanya. Pengorbanan terbesar dalam melahirkanku membuat dirinya mempertaruhkan seluruh nyawa. Bahkan setelah diriku lahir kedunia, ibu dengan penuh kesabaran selalu setia merawat ku sampai besar. Selama hidupnya perjuangan ibu tak kenal lelah, demi membantu ayah, ia pun rela ikut bekerja dari subuh hingga malam.    Kadang kita sering membuat ibu bersedih dengan perbuatan yang kita lakukan, dan sering berkata tidak sopan sehingga menyakiti hatinya. Namun, setiap lontaran kata yang menyakitkan tak pernah diingatnya sebagai dendam.   Pendidikan yang lebih tinggi dari ibu terkadang membuat kita menjadi sombong seperti kacang lupa pada kulitnya. Contohnya saja, ketika Ia hanya bertanya bagaimana menggunakan handphone atau sekedar menyalakan DVD. Pemikiran malu dan emosi seringkali terlintas di benak kita. Tapi sadarkah, sikapnya yang tulus dan sabar dalam mengajarkan kita pertama kali membaca dan selalu bertanya kepadanya jika tak mengerti sejak kecil, hingga kita menjadi seorang sarjana merupakan contoh nyata rasa sayang tiada akhir kepada seorang anak.   Hari ini kusadari bahwa dirinya adalah sosok yang paling mulia. Seorang ayah mengajarkan kita bagaimana bertanggung jawab, tetapi seorang ibu yang menunjukan bagaimana cara mencintai dengan penuh cinta kasih. Pintanya tak banyak, hanya hidup rukun dalam bersaudara. Terimakasih untuk setiap doa yang selalu kau panjatkan setiap malam agar kami selalu hidup dalam penyertaan-Nya.


Inilah Aku

Gambar terkait

    Aku adalah manusia biasa yang lahir dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Aku bukanlah seorang penyair dan bukan pula seorang penulis puisi. Aku hanyalah manusia biasa yang hanya bisa atas karunia dan anugrahnya. Aku hanya manusia biasa yang selalu ingin menjadi lebih baik. Aku bukanlah orang pintar bukan pula orang yang berpendidikan. Aku bukanlah seorang yang kaya bukan pula orang yang bergelimang harta.

    Aku hanyalah manusia biasa yang sedang mencari jati diri. Aku adalah manusia biasa yang sedang belajar untuk mengerti arti hidup. Aku adalah manusia yang ingin menjadi diriku sendiri. 

   Wajahku sederhana,sikapku mungkin tak sempurna,ilmu pengetahuanku tak seberapa,akhlak ku juga tak mulia. Aku akui karna aku bukanlah kamu,dia,dan juga mereka. Inilah aku yang sebenarnya...

    Menjadi diriku dengan segala kekuranganku...menjadi diriku dengan segala kelebihanku...
aku hanya insan biasa, tak pernah bisa menjadi yang sempurna. Aku hanya bisa berusaha menjadi yang lebih baik dengan caraku sendiri.

   Meski terkadang aneh dan tak bisa dimengerti. Aku tak pernah bisa berpura pura menjadi sosok yang lain,agar ternilai dan terlihat baik berwibawa hingga semua mata memandang dengan penuh pesona.

Aku adalah aku,dengan berjuta kekuranganku...